April 16, 2009

Etika bertukar link

Tidak dipungkiri lagi bahwa semakin banyak dan berkualitas backlink menuju sebuah blog, Page Rank blog tersebut akan semakin bagus. Dengan alasan itulah, seorang blogger biasanya mengajak bertukar link dengan blogger lainnya. Disamping untuk menjaga silaturrahmi antar sesama blogger tentunya. Tapi, ada satu hal yang saya sayangkan. Masih ada saja blogger yang belum mengerti etika bertukar link yang baik. Saya tidak bermaksud menggurui di sini. Karena saya juga orang baru di blogsphere. Saya hanya ingin keadaan ini menjadi lebih baik.

Begini contoh kejadian yang pernah saya alami: Misalkan dia si A. Dia mampir ke blog saya. Mengisi shoutbox, "Mas, tukeran link yuk?". Ok, saya bersedia bertukar link. Saya cek blognya, tapi ternyata link saya belum terpasang. Ok deh, saya maklumi. Saya pasang link dia duluan. Setelah itu saya isi shouboxnya, "Mas, link sudah saya pasang. Pasang link saya juga ya. :)". Dari sini mulai kelihatan ketidakenakannya. Bagaimana tidak? Dia yang minta bertukar link, tapi pada akhirnya saya juga yang meminta. Bahkan terkesan memohon.penat

Bahkan ada kejadian yang lebih tidak etis lagi yang pernah saya alami. Alur kejadian awalnya sama seperti kejadian di atas. Hasilnya, link kami sudah terpasang di blog masing-masing. Ok lah, sampai disitu saya anggap selesai. Tapi, ada kejadian tidak enak beberapa hari setelah itu. Kebetulan, pada hari itu saya sedang ingin blogwalking. Saya menggunakan blogroll blog ini sebagai acuan blog mana saja yang akan saya kunjungi. Sambil blogwalking, saya berniat juga untuk mengecek apakah link saya masih aman di blog teman-teman saya tersebut. Beberapa blog awal yang saya kunjungi terlihat normal. Link masih terpampang gagah. Tapi, sangat mengecewakan saat saya blogwalking ke blog teman saya, sebut saja si B. Si B inilah yang mengajak saya bertukar link beberapa waktu lalu. Dia yang meminta tetapi saya yang memohon. Dan sekarang saya lihat blognya, link blog saya sudah lenyap. Yang ada hanya link orang lain. Padahal, si B ini tidak ganti template, jadi alasan yang mungkin adalah hal itu disengaja. Huft! Inilah yang membuat saya kesal. Waktu bertukar link menyebalkan, ditambah lagi beberapa hari setelahnya link saya dihapus.

Dari kejadian-kejadian tidak enak di atas, saya mengambil beberapa hal. Saya sebut itu etika bertukar link. Etika tersebut antara lain:

1. Memberi dulu, baru meminta. Inilah hal yang sangat jarang saya temui pada blogger yang pernah mengajak bertukar link dengan saya. Mereka yang meminta, tapi saya yang harus memberi terlebih dahulu. Sungguh tidak etis. Saya harapkan, Anda tidak menjadi orang-orang seperti ini. Pasang dulu link orang yang ingin Anda ajak bertukar link, baru Anda mengajukan permintaan kepada mereka. Toh, kalau yang Anda ajak link exchange tidak bersedia, Anda tinggal menghapus link mereka. Apa susahnya? Tapi saya yakin mereka bakalan mau koq. Intinya, hargai mereka!
2. Gunakan bahasa yang baik. Saat menyampaikan permintaan bertukar link, sebaiknya Anda menggunakan bahasa yang sopan. Tidak harus halus, yang penting sopan. Jangan sampai membuat mereka tersinggung. Ingat, praktekan ini seperti ketika Anda meminta uang saku kepada orang tua Anda dulu! Karena pada intinya, setiap orang harus dihargai. Dan dalam hal ini Andalah yang meminta. Jadi, sopanlah dan hargai mereka!
3. Jangan curang! Jangan pernah melepas link orang yang pernah Anda ajak bertukar link, kecuali mereka yang meminta. Meminta disini artinya, mereka mengutarakan secara langsung, maupun mereka melepas terlebih dahulu tanpa pemberitahuan (curang). Biarlah mereka yang curang. Jangan sampai Anda yang curang. Karena itu adalah perbuatan pecundang yang serakah. Mau menerima tapi tak mau memberi. Tetaplah Anda menjadi blogger yang bermoral.

Secara garis besar ini yang bisa saya katakan sebagai etika bertukar link. Bagaimana menurut Anda?
Sumber hangganuarta.blogspot.com


4 komentar:

Hangga Nuarta said...

Wah... sebelumnya terima kasih mas sudah menjadikan artikel saya referensi...

Tapi alangkah baiknya jika sumbernya dikasih link hidup ke http://hangganuarta.blogspot.com/2009/02/etika-bertukar-link.html

Itu saja mas, trims... :)

mel said...

mana? katanya upload ke menthaluz...kok gw liat blm ada?

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Okey deh,... semoga etikanya saya bisa turuti. Link sobat saya akan pasang.

rusakparah said...

Wah.. nice post nih.. Saya juga konsen untuk ngebahas mengenai Blogtiquete, atau etika dalam blogging. Baik itu masalah link exchange (kayak yang anda tulis) atau cuma masalah meninggalkan komen-komen di blog orang lain. Kan banyak tuh sekarang yang asal nye pam aja.. Nice bro.. keep post like this. BTW mengenai Web Hosting yang bagus, search di Google. Maaf ga bisa ngasi info, takut dikira promo. heheheh