October 01, 2009

Hipnotislah Bangsa Ini Untuk Kebaikan

Sekarang banyak acara televisi yang menyuguhkan hiburan tapi dengan cara mempermalukan orang lain, sungguh kasihan orang yang menjadi korban dia dijadkan bahan tertawaan bagi orang-orang disekitarnya, coba lihat acara televisi sekarang ini, ada orang dihipnotis lalu disuruh melakukan hal-hal yang memalukan. saya rasa kalau dalam keadaan sadar, orang tersebut tidak akan mau melakukan apa yang diperintahkan oleh sang penghipnotis karena itu bersifat memalukan. dan yang lebih menyedihkan lagi justru orang-orang yang ada disekitarnya menganggap itu adalah hiburan yang menyenangkan, mereka tertawa, memotrek bahkan ada yang merekamnya. seandainya anda atau ayah, ibu, saudara anda yang ada disana sebagai orang yang ditertawaan apa anda tega melihatnya, terlepas dari halal atau haram yang katakan oleh MUI untuk hipnotis yang sering dimunculkan diacara televisi nasional belakangan ini pastinya hanya akan membuat korbannya merasa malu, hanya saja dia belum sadar. sebenarnya kalau mau jujur dalam hati harusnya kita merasa kasihan pada orang yang dihipnotis, coba perhatikan apa yang lucu dari orang yang melakukan apapun dalam pengaruh hipnotis, itu adalah hal yang wajar karena dia sedang dalam keadaan tidak sadar.

Menurut saya apakah tidak sebaiknya keahlian para penghipnotis yang sudah terkenal kehebatannya itu digunakan untuk hal-hal yang positif, misalnya membuat semacam acara reality show untuk membantu orang-orang yang ingin berhenti dari ketagiahan akan rokok atau narkoba dangan hipnotisnya itu sehingga mereka benar-benar bebas dari ketagihan, membantu orang-orang yang mengalami masalah dengan kebiasaan buruk, karena banyak sekali orang yang ingin berhenti dari kebiasan buruknya tapi selalu gagal, akan lebih bagus lagi kalau bisa men-sugesti para koruptor agar mau mengembalikan uang negara sekaligus menyadarkan para koruptor itu, membantu kepolisian dalam memberantas kejahatan yang kerap terjadi, membantu generasi muda untuk lebih mencintai kebudayaan bangsanya sendiri dari pada meniru kebudayan dari bangsa lain yang amburadul, membantu meningkatkan kepercayaan orang-orang agar lebih memilih produk dalam negeri, men-sugesti bangsa malaysia agar jangan suka mengklaim kebudayaan bangsa lain, hehehe bolehkan harapan setinggi langit.....


11 komentar:

Dev said...

huhuhuhu...sangat bijaksana sekali harapannya mas :D

nurrahman said...

sepakat dengan anda, sebenarnya media tv dll punya tugas mulia untuk mendidik, seperti disini :http://nurrahmanarif.wordpress.com/2009/01/13/budaya-latah/

aziza said...

Dihipnotis selalu sehat, mau dunk :)

blog bisnis arton said...

tinggal di usulin aja bos, semoga para mentalis membaca artikel ini dan terbuka hatinya. jadi bukannya hanya untuk mengejar keuntungan material semata.

nindrianto said...

siang bro...koment udah dijawab..silakan disimak lagi..mudah2an bisa dipahami...thanks udah mampir.

secangkir teh dan sekerat roti said...

salam kenal dan selamat malam....

aprie said...

saya kurang respect dengan tayangan Uya emang Kuya di bagian hipnotis. Yang tidak saya suka ketika Uya menghipnotis dan mengorek keterangan pribadi dari sang korban. Parahnya lagi di depan orang-orang yang mengenal korban atau bahkan di depan orang yang sedang dibicarakan.

Apakah itu etis?

Vicky Laurentina said...

Hm..kalau penontonnya cukup pintar, saya yakin slot iklan untuk acara-acara beginian pasti tidak akan ramai.

Oca said...

Boleh kok,enggak ada yg ngelarang. Ca s7

Daniel DPK said...

sangat menarik sekali idenya idenya...saya setuju bahwa kadang2 televisi terlalu berlebihan dalam mengexpose wilayah pribadi seseorang..dan seharusnya hipnotis tersebut dijadikan salah satu alat di persidangan KORUPSI sehingga para KORUPTOR tidak bisa mengelak dan langsung mengaku..apabila perlu televisi bikin acara siaran LIVE persidangan koruptor dengan menghadirkan para hipnoter-hipnoter tersebut....

THINK OUT OF THE BOX

Ariyanti said...

Iya yah... Hipnotis para koruptor biar ngaku, hipnotis para suami yg selingkuh juga bisa, xixixixi!!! :D